Warung Pintar Gelar CSR, Untuk Targetkan kalangan menengah bawah

  06 Jul 2018

Startup ritel Warung Pintar luncurkan program High Impact CSR (corporate social responsibility) yang bertujuan untuk menjembatani perusahaan-perusahaan dan brand besar dalam menyasar masyarakat menengah ke bawah. Lewat mitra-mitra Warung Pintar yang tersebar di berbagai pemukiman masyarakat di Jabodetabek, Warung Pintar ingin mendorong perusahaan untuk mengoptimalkan dana CSR agar tepat sasaran, berdampak, terukur, dan berkelanjutan.

Warung Pintar berangkat dengan misi untuk memadukan ciri khas warung tradisional yang telah menjadi bagian penting dalam keseharian masyarakat menengah ke bawah, dengan teknologi ritel modern. Startup ritel ini, dibesut oleh para veteran startup Indonesia seperti Agung Bezharie (mantan Investment associate East Ventures), Sofian Hadiwijaya (mantan VP of Business Intelligence GO-JEK), dan Harya Putra (mantan Expansion Head EV Hive), berhasil menggaet sejumlah kios-kios tradisional dan memodifikasinya menjadi warung berbasis teknologi dengan mengedepankan dua pilar yaitu Internet of Things (IoT) dan big data analytics.

Berbekal misi tersebut, Warung Pintar mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Sejak pertama kali diluncurkan pada bulan Agustus 2017, Warung Pintar telah berhasil menggaet 196 mitra warung yang tersebar di wilayah Jabodetabek, dengan pertumbuhan jumlah warung per bulan yang mencapai 160% sejak Q1 2018. Startup yang menyasar pangsa menengah ke bawah ini juga mendapatkan suntikan dana sebesar US$4.000.000,- (sekitar 57 miliar rupiah) dari berbagai investor.

Warung Pintar ingin mencoba membuka peluang bagi warung tradisional untuk menerapkan sistem retail modern, dengan segala fasilitas yang menunjang peningkatan pendapatan warung, terang Jiwo Damar, Social Impact Project Manager Warung Pintar dalam keterangannya, Jumat (6/7).

Kami memberikan teknologi yang menunjang proses bisnis di warung-warung tradisional, mulai dari pemesanan, pencatatan, penjualan barang, serta fasilitas-fasilitas berbasis teknologi lainnya. Warung Pintar juga disertai dengan program-program yang secara spesifik menyasar komunitas-komunitas di sekitar warung tradisional tersebut, tambahnya.

Program High Impact CSR lewat Warung Pintar adalah salah satu program yang diusung oleh startup ritel tersebut. Program ini diluncurkan pertama kali di bulan Juni 2018, dan telah menjalin kerjasama dengan beberapa brand dan perusahaan-perusahaan besar di Indonesia.

Berdasarkan riset kualitas CSR yang dilansir dari SWA, Indonesia masih berada di peringkat terbawah dalam pelaksanaan CSR di 7 negara Asia. Menurut Jiwo, program CSR lewat Warung Pintar dapat memudahkan perusahaan-perusahaan tersebut dalam mendayagunakan dana CSR dan mengukur dampak program tersebut pada masyarakat menengah ke bawah.

Salah satu program CSR yang kami jalankan baru-baru ini adalah Gerakan 10.000 Takjil yang bekerja sama dengan BNI lewat program BNI Berbagi. Selain dapat secara langsung menjangkau masyarakat, pemberian dana CSR tersebut juga dapat terukur dengan baik karena setiap takjil gratis yang diberikan kepada masyarakat lewat mitra Warung Pintar, barcode-nya di-scan terlebih dahulu dengan teknologi yang ada di warung. Dari hasil scan itulah, kita mendapatkan data mengenai jenis takjil apa yang diberikan, berapa harga beli dan jualnya, sampai berapa takjil yang dibagikan di hari itu, jelas Jiwo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *